Mengidentifikasi nilai nilai dan isi hikayat
Untuk dapat mendengarkan pembacaan hikayat, lakukanlah hal hal berikut.
- Berkonsentrasilah pada cerita yang akan didengarkan agar dapat mencatat tema atau inti ceritanya.
- Supaya membantu kamu dalam memahami alur, tuliskanlah bagian-bagian penting yang terdapat dalam hikayat tersebut.
- Sebelum mendengarkan pembacaan hikayat tersebut, kamu dapat menyampaikan pertanyaan umum.
- Bersiap-siaplah untuk berlatih mengidentifikasi isi pokok cerita hikayat dengan bahasamu sendiri.
Ciri-ciri Hikayat
Ciri-ciri hikayat dapat dibedakan menjadi 9 yaitu :
- Anonim : Pengarangnya tidak dikenal
- Istana Sentris : Menceritakan tokoh yang berkaitan dengan kehidupan istana/ kerajaan
- Bersifat Statis : Tetap, tidak banyak perubahan
- Bersifat Komunal : Menjadi milik masyarakat
- Menggunakan bahasa klise : Menggunakan bahasa yang diulang-ulang
- Bersifat Tradisional : Meneruskan budaya/ tradisi/ kebiasaan yang dianggap baik
- Bersifat Didaktis : Didaktis moral maupun didaktis religius (Mendidik)
- Menceritakan Kisah Universal Manusia : Peperangan antara yang baik dengan yang buruk, dan dimenangkan oleh yang baik
- Magis : Pengarang membawa pembaca ke dunia khayal imajinasi yang serba indah
Macam-macam Hikayat
Macam macam hikayat dapat dibedakan menjadi 2 macam yaitu
Macam-macam Hikayat berdasarkan isinya :
- Cerita Rakyat
- Epos India
- Cerita dari Jawa
- Cerita-cerita Islam
- Sejarah dan Biografi
- Cerita berbingkat
Macam-macam Hikayat berdasarkan asalnya :
1. Melayu Asli
Hikayat Hang Tuah (bercampur unsur islam)
Hikayat Si Miskin (bercampur unsur isl;am)
Hikayat Indera Bangsawan
Hikayat Malim Deman
2. Pengaruh Jawa
Hikayat Panji Semirang
Hikayat Cekel Weneng Pati
Hikayat Indera Jaya (dari cerita Anglingdarma)
3. Pengaruh Hindu (India)
Hikayat Sri Rama (dari cerita Ramayana)
Hikayat Perang Pandhawa (dari cerita Mahabarata)
Hikayat Sang Boma (dari cerita Mahabarata)
Hikayat Bayan Budiman
4. Pengaruh Arab-Persia
Hikayat Amir Hamzah (Pahlawan Islam)
Hikayat Bachtiar
Hikayat Seribu Satu Malam
Unsur-unsur Hikayat
Sebagai prosa narasi, hikayat dibentuk oleh unsur alur, tema, penokohan, sudut pandang, latar, dan amanat dan untuk lebih jelasnya silahkan simak penjelasan kami berikut :
Alur (plot)
Merupakan pola pengembangan cerita yang terbentuk oleh hubungan sebab-akibat. Secara umum, jalan ceritanya terdiri atas bagian- bagian berikut: pengenalan situasi cerita (exposition), pengungkapan peristiwa (complication), menuju pada adanya konflik (rising action), puncak konflik (turning point), dan penyelesaian (ending).
Tema
Merupakan Inti atau ide dasar sebuah cerita. Dan ide dasar itulah cerita dibangun oleh pengarangnya dengan memanfaatkan unsur-unsur intrinsik seperti plot, penokohan, dan latar. Tema merupakan pangkal tolak pengarang dalam menceritakan dunia rekaan yang diciptakannya.
Penokohan
Penokohan adalah cara pengarang menggambarkan dan mengembangkan karakter tokoh-tokoh dalam cerita. Untuk menggambarkan karakter seorang tokoh tersebut, pengarang dapat menggunakan teknik sebagai berikut.
- Teknik analitik, karakter tokoh diceritakan secara langsung oleh pengarang.
- Teknik dramatik, karakter tokoh dikemukakan melalui
- Penggambaran fisik dan perilaku tokoh,
- Penggamabaran lingkungan kehidupan tokoh,
- Penggambaran tata kebahasaan tokoh,
- Pengungkapan jalan pikiran tokoh,
- Penggambaran oleh tokoh lain.
Sudut Pandang
Sudut pandang (point of view) adalah posisi pengarang dalam membawakan cerita. Posisi pengarang ini terdiri atas dua macam:
- Berperan langsung sebagai orang pertama, atau sebagai tokoh yang terlihat dalam cerita yang bersangkutan.
- Hanya sebagai orang ketiga yang berperan sebagai pengamat.
Latar (setting)
Latar (setting) adalab keadaan tempat, waktu, dan suasana berlangsungnya suatu cerita. Latar tersebut bisa bersifat faktual atau imajiner.
Amanat
Amanat merupakan ajaran moral atau pesan didaktis yang ingin disampaikan pengarang kepada pembaca melalui karyanya. Amanat biasanya tersimpan rapat dan disembunyikan pengarangnya dalam keseluruhan isi cerita. Oleh karena itu, untuk menemukarinya, tidak cukup dengan membaca dua atau tiga paragraf, melairikan harus
0 komentar:
Posting Komentar