Selasa, 28 Februari 2017

Cerita Hikayat "Hikayat Si Cantik"

Edit Posted by with No comments

HIKAYAT SI CANTIK

Pada suatu hari di sebuah desa hiduplah Si cantik yang memiliki kelebihhan tersendiri dibandingkan dengan yang lainnya. Ia memiliki paras yang cantik dan putih, rambut tebal yang hitam, serta aroma khasnya yang harum, semerbak, memenuhi seluruh isi desa. Sehingga tidaklah menjadi heran, ramai sekali para pemuda yang merasa tertarik kepada Si Cantik itu. Bahkan par pemuda banyak yang berniat untuk menikahi Si Cantik itu. Sehingga banyak dari mereka yang mengadakan pertandingan demi merebut hati Si Cantik.
Sering kali para pemuda menyempatkan diri untuk berkunjung ke rumah Si Cantik dengan membawa berbagai makanan. Semua itu mereka lakukan dengan penuh harap agar mendapat perhatian dari Si Cantik, Si Cantik tumbuh dengan sejuta pesona. Memberikan warna perubahan bagi siapa saja.
Sementara bagi para wanita yang lain, keberadaan Si Cantik itu sangatlah mengganggu. Mereka sadar, apabila Si Cantik tetap ada di sini, maka akan banyak perhatian yang akan tertuju kepada Si Cantik itu. Perhatian yang tentu saja membuat langkah mereka semakin sulit dalam mendapat perhatian para pemuda yang dicintainya.Para wanita tersebut itu membuat rencana, mereka akan membawa Si Cantik pergi dari sini. Tetapi kalau tujuan itu tidak tercapai, maka mereka akan membunuh Si Cantik itulah cara terbaik yang harus mereka tempuh.
Beruntung, Si Cantik tersebutmempunyai sebuah gelang yang ajaib yang tidak di ketahui oleh siapapun.elang itu akan menjaga Si Cantik dalam keeadaan apapun. Selain itu, gelang tersebut akan berubah menjadi seekor ular dengan cepat. Sehingga apabila yang ada yang menyakiti Si Cantik ukar itu akan menggigit .
Pada suatu petang, ketika langit mulai gelap,ketika semua sudah tertidur lelap.Para wanita tersebut ingin membunuh pergi Si Cantik. Si Cantik saat  itu sedang tertidur lelap. “Habislah engkau, sekarang tidak ada lagi pemuda yang akan menikahi engkau” ucap salah satu perempuan tersebut. Ketika mereka ingin membunuh Si Cantik datanglah seekor ular yang ingin menggigit mereka. “Hai kau, berhentilah menyakiti Si Cantik” kata ular. “Siapa kamu kenapa kamu bisa bicara engkau hanya seorang hewan” ucap perempuan tersebut.”Kau tak perlu tahu siapa aku, sekarang pergilah atau aku menggigit kalian” ucap ular tersebut. “Aku tidak akan pergi sebelum aku membunuh Si Cantik”ucap perempuan lagi. Dengan terpaksa ular tersebut menggigit para wanita hingga mereka tak sadarkan diri.
Keesokan harinya para perempuan tersebut sadar ,mereka kaget kenapa bisa ada di ranjang Si Cantik.”Kenapa kita biasa ada di sini?” ucap salah satu perempuan. Kemudian datanglah Si Cantik dengan membawa makanan. Si Cantik berkata “Alhamdulillah kalian sudah sadar , kemarin malam kalian pingsan di lantai untungnya saya tau dan membawa kalian ke ranjang  saya”.”Jadi kamu yang nolongin kami tadi malam?” ucap mereka. Si Caantik hanya mengganguk dan tersenyum.
Kemudian para perempuan menceritakan semua rencana yang akan membunuh Si Cantik. Mereka iri terhadap kecantikan Si Cantik. Mereka sadar apa yang mereka perbuat itu adalah salah. “Tolong maafkan kami, kami sadar itu sangat salah gak seharusnya kami lakukan itu terhadap mu, kami sangat menyesal” ucap mereka. Kemudian Si Cantik berkata “Saya sudah memaafkan apa yang kalian lakukan kepada saya”ucapnya sambil tersenyum. Kemudian mereka pamit untuk pulang ke rumahnya masing-masing.
Pada sore hari terdengarlah suara ketukan pintu.”Tok...tok...tok” .”Iya tungu sebentar”ucap Si Cantik .Ketika Si Cantik membukakan pintu ternyata datanglah seorang oemuda yang tampan dan gagah berkasa. Ia berniat mau menikahi Si  Cantik.
“Permisi nyonya saya kesini berniat ingin meminang nyonya, apakah nyonya menerima pinangan saya?” ucap pemuda tersebut sambil membawa cincin di tangannya.”Ya, saya menerima pinangan anda, saya ingin menikah dengan anda” ucap Si Cantik sambil tersenyum senang. Kemudian mereka menikah dan hidup bahagia ssampai maut memisahkan.
Dari sini kita dapat mengambil sedikit iktibar dari cerita ini yaitu “ Marilah kita jauhi permusuhan yang meleraikan silaturrahim antara kita, janganlah berdendam kerana dendam itu tidak membawa kedamaian. Saling hormat menghormati dan bersatu padulah kita dalam ikatan silatturahmi”.

0 komentar:

Posting Komentar